Sabtu, 09 Mei 2009

Life

Jika kamu ingin merasakan kehidupan maka lihat dan rasakan bagaimana kehidupan mengajarimu tentang kegeritan, kegetiran yang akan memberimu hikmah yang akan terasa manis. Engkau terlahir sebagai sosok perempuan, namun berjiwa seperti singa, jangan takut akan sesuatu yang masih buram karena jika kau hanya terpaku tak berbuat sesuatu maka kau takkan pernah tahu dan takkan mendapatkan apa-apa.
Dan atas kodratmu jugalah, tak ada yang lebih berharga dari dirimu selain cinta dan kehormatanmu.
Sebagai laki-laki tahu apa tanggung jawabnya. Dia ada bersamamu, ketika kau harap. Meski sebenarnya kelak akan ada sesuatu yang akan kau temukan. Ia pernah ada dalam hidupmu, pernah jadi sesuatu dalam hidupmu, tapi benarkah selama itu tak ada yang lebih manis ketika kau menemuinya walau kau takkan menemukannya lagi. Tabah, sabar, ikhlas hanya itu. Semua sudah ada garis takdirnya masing-masing, sudah ada cacatan dalam kitabnya kita tinggal menjalaninya.Kita tak pernah tahu hari esok, lusa dan yang akan datang. Tapi jika kita menjaninya dengan ikhlas insya Allah akan ada hal-hal yang tak disangka tentunya yang baik itu lah rahasia Allah. Wallahu a'lam.

“Siapa yang sabar maka akan beruntung”(Mahfudzhat)

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang yang menyeru Tuhannya dipagi dan senja hari dengan mengharap kerindhaan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS Al-Kahfi (18) : 28 )

“Sabar adalah menjauhkan diri dari segala yang menyimpang. Tenang saat menyantap makanan yang susah di telan. Mampu menjadi kaya hati. Dan bila terpaksa, justru mampu menikmati kemiskinan dengan lapang dada” (Dzu An-Nuun al misri)

“ Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang yang khusyu yaitu orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Rabbnya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (Albaqarah : 45-46)

“Tak seorang pun dapat menghindari “rasa sakit” dan kepedihan hati. Karena secara naluri, manusia cenderung merasakannya. Tak mungkin menghilangkan hal yang bersifat naluriah.Namun yang harus dilakukan seorang hamba, seperti terjadinya musibah, yaitu menghindari hal-hal bisa yang dicegah, seperti bersedih secara berlebihan. Karena bila itu dilakukan, seseorang dapat dikategorikan keluar dari statusnya sebagai orang yang tabah.” (Imam Al-Qurtubi )

Tidak ada komentar: