Kenikmatan sesaat yang harus dibayar dengan harga diri. Terlalu naïf…………….
Yang namanya syaitan dan syahwat , dimanapun tetap sama. Sesaat nikmat dan menggiurkan hanya saja perwujudannya saja yang berbeda. Ada yang secara halus alias tak kasat mata, ada juga yang nyata, manusia yang menyembah syawatnya.
Syaitan dan syahwat datang dari arah mana saja yang ia suka, belakang depan, kanan kiri, dan atau bawah atas. Ia bisa saja masuk meski melalui celah terkecil sekalipun. Ia akan tetap menelusup pada gelembung hasrat. Ia akan tetap menggoda, merayu hingga sampai ia tertawa lepas merayakan kemenangan atas kenistaan manusia.
Syaitan dan syahwat tak pandang usia. Misinya hanya satu, menyesatkan manusia dari jalan yang benar dan juga menjauhkan mereka dari Tuhannya. Sejak manusia pertama sampai akhir jaman kelak, yang namanya syaitan dan syahwat tetap takkan jera. Ia tetap menggoda dalam segala rupa cara.
Yang namanya syaitan sampai kapanpun memang takkan pernah puas dengan keinginan-keinginannya untuk menjauhkan manusia dengan Tuhannya. Menyesatkan pikiran-pikiran mereka hingga menyebabkan kerusakan pada tatanan dunia. Mereka tak rela jika manusia menjadi taat, mereka tak rela jika manusia menjadi hamba Tuhan secara kaffah. Mereka ingin memisahkan manusia ddengan Tuhannya sejauh mungkin. Dan itu telah menjadi tugas syaitan sampai akhir jaman. Naudhubillahi min dhalik……………………
Sabtu, 09 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar